News & Events
March 9th, 2011

Jakarta,APBI-ICMA : Mengutip pemberitaan bisnis.com 2/3/2011 diberitakan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas blending batu bara (coal blending facility) dapat mulai tahun ini sehingga alokasi batu bara yang diutamakan untuk dalam negeri (domestic market obligation/DMO) dapat terserap maksimal.

Beberapa investor swasta dikabarkan berminat menanamkan modal untuk membiayai pembangunan fasilitas itu. Mereka akan membentuk perusahaan patungan (joint venture company/JVC). Perusahaan itu gabungan pengusaha nasional dengan asing ini akan menjalin nota kesepahaman dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bertindak sebagai off taker.

Direktur Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan mengharapkan fasilitas blending batu bara itu dapat dimulai 2011 dan proses konstruksi rampung selama setahun.

"Saya mendorong mereka untuk mendirikan beberapa fasilitas. Mudah-mudahan tahun ini sudah dimulai. Sekarang kami fasilitasi adanya nota kesepahaman (MoU) antara PLN dengan investor. Sudah ada beberapa investor yang ingin masuk. Kita bicarakan dengan PLN karena blending ini terutama untuk memenuhi kebutuhan PLN,” katanya di sela-sela The 1st Coal Mining Congress and Expo 2011, hari ini.

Bambang menegaskan fasilitas itu dinilai layak dibangun di daerah produsen batu bara yakni Kalimantan Timur (1 unit) dan di daerah yang mendekati konsumen di Pulau Jawa (1-2 unit). Disinggung mengenai nama-nama investor yang berminat dan kebutuhan investasi pada proyek ini, Bambang belum bersedia mengungkapkan. Namun, dia memperkirakan nilai investasinya tidak terlalu besar seperti kebutuhan modal untuk membangun pabrik nikel.

“Tidak sampai US$500 juta. Ini [investasi] full swasta, atau nanti mungkin terserah PLN kalau mereka mau masuk, tetapi bussines to bussines [B to B]. Yang penting, investor tidak mungkin mau investasi kalau tidak ada kerja sama dengan PLN. Dukungan PLN terhadap investor sangat penting,” ujarnya.

Dia berharap dalam 1-2 pekan mendatang sudah ada kabar baik terkait kesepakatan antara PLN dengan investor, khususnya jaminan bahwa perusahaan negara yang bergerak di sektor kelistrikan ini akan membeli produk blending. Harga batu bara hasil blending pun diharapkan dapat kompetitif sehingga sesuai dengan harga batubara acuan .

Source : bisnis.com